Jam empat pagi, kawasan Balai Kota Surabaya sudah ramai seperti siang hari. Ribuan pelari berkumpul di garis start. Ada yang sibuk pemanasan, foto-foto bareng komunitas, hingga yang terdiam menenangkan deg-degan. Pagi itu, Minggu, 4 Oktober 2026, Surabaya ISOPLUS Marathon resmi menggelar edisi ketiganya.

Antusiasme tahun ini melonjak drastis. Hampir 11.000 pelari memadati rute, naik signifikan dari angka 9.000 peserta pada edisi sebelumnya. Menariknya, lebih dari 60 persen peserta merupakan laki-laki, dan hampir 39 persen di antaranya sengaja datang dari luar Surabaya, bahkan mancanegara, demi menaklukkan rute ikonik Kota Pahlawan.

Kategori yang dilombakan terbilang lengkap, mulai dari Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21K), 10K, 5K, hingga Kids Dash. Rutenya pun memanjakan mata melewati landmark legendaris seperti Tugu Pahlawan, Hotel Majapahit, hingga Monumen Kapal Selam. Namun, riuhnya pesta lari ini tak sepenuhnya berjalan sesuai rencana setelah panitia memutuskan menghentikan lomba sebelum pukul sembilan pagi.

Daftar Juara Surabaya ISOPLUS Marathon 2026

Di kategori full marathon putra, Imanuel Hutasoit tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 2 jam 34 menit 19 detik. Gelar juara putri diraih Inarotul Carifah yang finis dalam 3 jam 34 menit 19 detik.

Pada nomor half marathon, Ibnu Sidik finis pertama di kategori putra dengan waktu 1 jam 11 menit 39 detik, sementara Nefriana Ariance D menjadi yang tercepat di kategori putri dengan 1 jam 25 menit 9 detik.

Di nomor 10K putra, Luqmanul Hakim menang dengan catatan 33 menit 28 detik. Marhaendrassiwi menyusul sebagai juara 10K putri dengan waktu 40 menit 30 detik.

Sementara itu di nomor 5K, Dafid Sandi Eka P juara di kategori putra dengan 17 menit 44 detik, dan Novia Nirwani juara putri dengan 19 menit 26 detik.

Kenapa Lomba Dihentikan

Pukul 08.27 WIB, panitia resmi mengumumkan penghentian lomba lari kategori maraton demi alasan keselamatan. Keputusan ini diambil setelah alat pengukur Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) di area medis menunjukkan angka 42 hingga 44 derajat Celsius, bahkan sempat menyentuh 48 derajat. Race Director Safrita Aryana menyatakan bahwa langkah tersebut disepakati bersama tim dokter dan penyelenggara untuk memprioritaskan keselamatan peserta.

Tak lama setelah pengumuman itu, penyelenggara mengibarkan weather flag sebagai tanda penghentian resmi perlombaan. Informasi ini merujuk pada unggahan Instagram jktlogy yang mendokumentasikan momen tersebut.

Pagi itu sebenarnya dimulai dengan cuaca yang cukup bersahabat. Saat flag off full marathon pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Half marathon menyusul pukul 04.30 WIB, kemudian 10K pukul 05.00 WIB dan 5K pukul 05.20 WIB. Suhu saat rangkaian start berikutnya tercatat 23,1 derajat Celsius. Menjelang pukul delapan pagi, indikator panas meningkat tajam.

Panitia kemudian menawarkan evakuasi kepada pelari yang masih berada di lintasan. Peserta yang memilih melanjutkan menuju garis finis tidak lagi diperbolehkan berlari dan diminta meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.

Peserta yang terdampak tetap diakui sebagai finisher resmi serta berhak menerima medali dan finisher jacket.

Angka 48 derajat pada alat WBGT sempat memicu perdebatan. BMKG Juanda mengklarifikasi bahwa suhu udara maksimum aktual di Surabaya hari itu tercatat 33,6 derajat Celsius. Prakirawan BMKG mengaitkan rasa panas dengan puncak musim kemarau, El Nino, dan posisi alat ukur. Meski suhu udara aktual 33,6 derajat, kondisi di lapangan dilaporkan terasa seperti 46 derajat Celsius.

Fakta Lain yang Menarik

Gelaran tahun ini memecahkan rekor peserta. Dampak ekonominya juga tidak main-main. Kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan FEB Universitas Airlangga mencatat perputaran ekonomi Rp74,78 miliar, dengan kontribusi Rp41,47 miliar terhadap PDRB Kota Surabaya. Uang itu mengalir ke hotel, transportasi, kuliner, sampai UMKM lokal.

Wali Kota Eri Cahyadi sampai usul tahun depan acaranya dibikin dua hari, seperti marathon di kota lain.

Di sisi lain, tidak semua warga senang. Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas dari tengah malam sampai pukul sepuluh pagi bikin macet parah di sejumlah titik. Protes ramai di media sosial. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Surabaya, Herry Purwadi, akhirnya menyampaikan permohonan maaf dalam konferensi pers.

Terinspirasi Ikut Tahun Depan?

Buat kamu yang kemarin cuma jadi penonton sambil mikir tahun depan mau ikut, kabar baiknya nggak perlu nunggu setahun. Surabaya Health Fest Run 2026 digelar 18 Oktober ini, dengan kategori 5K dan kids dash. Cocok buat pemula yang mau nyoba race pertama.

Dan kalau urusan sepatu yang jadi ganjalan, itu masalah yang gampang diselesaikan. Belum punya sepatu running yang proper? Belum yakin mau langsung beli? Sewa dulu aja di SEWOAE. Tinggal pilih, chat WhatsApp, konfirmasi jadwal, terus siap lari. Panduan milih sepatu yang pas dan persiapan sebelum race juga sudah kami tulis.

Siap main tanpa harus beli. Sampai ketemu di garis start.