Foto sampul diambil dari Suara Surabaya.

Pertengahan Oktober kemarin, banyak rencana naik gunung di Jawa Timur yang ambyar di tengah jalan. Kebakaran melanda kawasan Arjuno-Welirang, lalu pengelola menutup jalur-jalur pendakiannya demi keselamatan. Sepatu hiking yang sudah dikeluarkan dari lemari dan siap dipakai akhirnya balik lagi ke pojok ruangan, menunggu tanpa kepastian.

Akhir Oktober ini kabar baiknya mulai datang. Api di Arjuno-Welirang dinyatakan padam total pada 25 Oktober 2026, dan beberapa jalur pendakian di Jawa Timur dibuka kembali secara bertahap. Hanya saja, belum semua jalur bisa didaki. Ada yang sudah dibuka dengan syarat ketat, ada juga yang masih ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. Artikel ini merangkum statusnya per 29 Oktober 2026 supaya kamu bisa menyusun rencana dengan informasi yang benar, bukan berdasarkan kabar simpang siur.

Yang Sudah Dibuka Lagi

Gunung Pundak di kawasan Tahura Raden Soerjo dibuka kembali mulai 27 Oktober 2026. Pembukaan itu diumumkan UPT Tahura Raden Soerjo lewat pengumuman resmi tertanggal 26 Oktober 2026, setelah hasil pemantauan menyatakan jalurnya aman dilalui. Sebelumnya Pundak ikut ditutup karena terdampak kebakaran di kawasan Arjuno-Welirang. Pengelola mengingatkan status pembukaan ini bisa berubah sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat.

Jalur Gunung Raung via Sumberwringin, Bondowoso, dibuka kembali mulai 28 Oktober 2026. Pengumuman resminya dikeluarkan BUMDes Raung Asri Desa Sumberwringin setelah kebakaran di kawasan jalur dinyatakan padam dan pemeriksaan lapangan menyatakan jalur aman. Syaratnya ketat dan semuanya soal api. Pendaki dilarang menyalakan api unggun, membakar sampah, dan membuang puntung rokok di kawasan hutan. Api untuk memasak di area perkemahan wajib dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan, dan siapa pun yang melihat asap atau titik api diminta segera melapor ke petugas.

Kawasan wisata Penanjakan Gunung Bromo juga sudah dibuka kembali sejak 23 Oktober 2026 oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Akses yang sempat dibatasi karena kebakaran itu kini menerima pengunjung lagi dengan kuota 2.752 orang per hari, dan larangan keras menyalakan apa pun yang bisa memicu api tetap berlaku.

Yang Masih Ditutup

Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang sendiri masih ditutup. Walaupun apinya sudah padam total sejak 25 Oktober berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, pengelola Tahura Raden Soerjo mempertahankan penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini berlaku sejak 17 Oktober 2026, ketika kebakaran sedang meluas sampai akhirnya menjangkau wilayah Malang dan Kota Batu, dan upaya pemadamannya melibatkan tim gabungan sampai pengerahan helikopter water bombing oleh BNPB. Jadi kalau ada ajakan naik Arjuno atau Welirang dalam waktu dekat, itu bukan lewat jalur resmi, dan sebaiknya ditolak.

Gunung Selokurung di Ngantang, Malang, juga masih ditutup sementara sejak 13 Oktober 2026. Penutupan gunung di lereng Kelud ini diambil pengelola sebagai langkah pencegahan dengan mempertimbangkan kondisi kawasan sekitar, dan waktu pembukaannya kembali belum ditentukan.

Naik ke Jalur Bekas Kebakaran Itu Beda

Jalur yang baru dibuka setelah kebakaran tidak sama dengan jalur di musim kemarau biasa. Tanahnya tertutup abu dan cenderung gembur, sisa pohon yang terbakar bisa tumbang sewaktu-waktu, dan lereng yang kehilangan vegetasi lebih rawan longsor serta erosi begitu hujan turun. Risiko terakhir ini yang perlu diwaspadai sekarang, karena Jawa Timur sedang berada di masa peralihan musim.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprediksi awal musim hujan 2026/2027 datang bertahap mulai November 2026 sampai Januari 2027, dan sebagian besar wilayah baru masuk musim hujan pada Desember 2026, lebih mundur dari biasanya. Artinya, akhir Oktober sampai pertengahan November ini masa pancaroba. BMKG Dhoho Kediri menggambarkan hujannya bersifat lokal dan tidak merata, durasinya singkat, tapi intensitasnya bisa sedang sampai lebat, kadang disertai petir dan angin kencang. Buat pendaki, kombinasi tanah bekas terbakar dan hujan lokal yang lebat jadi alasan kenapa pengelola berulang kali mengingatkan status jalur bisa berubah sewaktu-waktu.

Sepatu yang Lama Nganggur Perlu Dicek Lagi

Di sinilah urusan sepatu jadi penting lagi. Sepatu hiking yang sempat tersimpan sejak jalur-jalur ditutup sebaiknya tidak langsung dipakai naik begitu saja. Periksa kondisi sol dan lemnya, karena sol yang sudah getas atau mulai lepas akan terasa persis di medan yang paling tidak ramah, tanah gembur berabu yang licin saat basah. Buat jalur bekas kebakaran, sol dengan gerigi yang masih dalam dan menggigit jauh lebih membantu daripada sol yang sudah halus, karena permukaan jalurnya tidak lagi padat seperti biasanya.

Kalau sepatumu ternyata sudah tidak layak, atau kamu baru mau mulai naik lagi tanpa langsung membeli, menyewa bisa jadi jalan tengah yang masuk akal. Koleksi sepatu hiking SEWOAE antara lain Arei Arkansas, Consina Tibet, Eiger Cayman 2, dan Consina Terra, dan semuanya bisa dilihat di halaman List Perlengkapan Running & Hiking kami. Ukuran dan ketersediaannya tinggal ditanyakan lewat chat. Biar tidak asal pilih, ini gambaran singkat masing-masing berdasarkan spek resmi dari brand-nya.

Arei Arkansas. Potongannya mid cut dengan upper suede leather dan polyester mesh yang semi waterproof, jadi cipratan air intensitas ringan masih tertahan sementara kaki tetap dapat sirkulasi udara. Outsole karetnya memakai Grip System dengan traksi multi arah, ditemani toe cap dan heel counter buat melindungi ujung dan belakang kaki dari benturan. Buat jalur bekas kebakaran yang tanahnya gembur berabu, kombinasi sol yang menggigit dan pelindung ujung kaki ini yang paling terasa gunanya.

Consina Tibet. Andalannya ada di dukungan pergelangan kaki dan toe cap karet yang di batch terbarunya dibuat lebih tahan gesekan dan benturan. Upper-nya memadukan mesh dan kulit sintetis yang water resistant tapi tetap breathable, sementara outsole karet sintetisnya punya pola khusus yang memberi cengkeraman di permukaan basah maupun kering. Bobot sepasangnya 900 gram. Ini pilihan yang masuk akal buat yang ingin rasa aman ekstra waktu melangkah di tanah yang tidak padat.

Eiger Cayman 2. Sepatu mid cut dari lini Eiger Mountaineering ini memakai konstruksi gusset yang menjaga kerikil dan cipratan air tidak gampang masuk ke dalam sepatu, pas buat jalur yang masih berserakan sisa kebakaran. Bahannya waterproof breathable, dan insole Ortholite-nya empuk sekaligus membantu menguapkan kelembapan, jadi kaki tidak cepat gerah di perjalanan. Eiger memosisikannya buat hiking ringan sampai pemakaian harian, jadi karakternya memang paling santai di antara empat ini.

Consina Terra. Terra paling beda di sistem talinya. Quick Lace System mengatur kekencangan tali cukup dengan memutar kenop, tanpa simpul, jadi mengencangkan atau melonggarkan sepatu di tengah jalur bisa sekali putar. Upper kulit sintetis premium dan mesh-nya water resistant dan breathable, outsole-nya memadukan Phylon dan Rubber yang anti slip di permukaan basah atau kering, dan bobotnya 830 gram sepasang. Buat yang tidak mau ribet dengan tali yang lepas di tengah jalan, ini jawabannya.

Sebelum Berangkat, Pastikan Tiga Hal Ini

Pertama, cek pengumuman terbaru dari pengelola jalur tujuanmu, idealnya sehari sebelum berangkat, karena status buka dan tutup saat ini bergerak cepat. Kedua, cek prakiraan cuaca BMKG untuk hari pendakian, dan jangan memaksakan naik kalau ada peringatan hujan lebat atau petir di kawasan itu. Ketiga, patuhi aturan kawasan apa adanya, terutama semua larangan soal api, dan bawa turun kembali sampahmu. Jalur-jalur ini baru saja melewati kebakaran besar, dan cara pendaki bersikap di minggu-minggu awal pembukaan ikut menentukan apakah jalur itu tetap dibuka atau ditutup lagi.

Jalur pendakian Jawa Timur sedang dibuka lagi satu per satu, dan itu kabar yang sudah ditunggu banyak orang. Naiklah dengan persiapan yang benar, mulai dari informasi jalur yang paling baru sampai sepatu yang kondisinya memang siap. Kalau urusan sepatu hiking mau dibantu, tim SEWOAE bisa dihubungi lewat WhatsApp di halaman tadi. Selamat menyusun rencana, sampai ketemu di jalur.

Sumber